KERUSAKAN LINGKUNGAN SUDAH NYATA MARI PERBAIKI DARI SEKOLAH KITA
Oleh: Milasari
Setiap tanggal 5 Juni diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Tahun ini bertemakan Connect With Nature atau terhubung dengan alam. Mengapa terhubung dengan alam? Karena jelas terlihat bumi kita mulai suram dengan bencana yang mendatangkan masa kelam sehingga perlu perbaikan yang lebih mendalam. Masalah lingkungan sudah mendunia bukan hanya di negara Indonesia saja. Bahkan pemerintah kita telah mengeluarkan peraturan, tentang lingkungan hidup baik itu pengaturan atau pengelolaan, yakni undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 yang dapat dijadikan pedoman.
Masalah yang paling susah kita menghadapinya adalah faktor dari sumber daya manusia. Kalau sudah berhubungan dengan manusia apalagi merubah kebiasaan buruknya, bayangkan saja sulitnya bagaimana! Berikut masalah-masalah lingkungan yang diciptakan oleh manusia, terutama di negara kita tercinta Indonesia.
Masalah Buang Sampah Sembarangan. Masyarakat perkotaan maupun masyarakat yang tinggal di pedesaan, biasanya hobinya kompakan, membuang sampah sembarangan. Padahal mereka tahu kalau membuang sampah sembarangan, apalagi pada musim penghujan, banjir dan DBD akan berdatangan. Menyerang mereka tanpa ada belas kasihan.
Masalah Menebang Pohon Sembarangan. Manusia melakukannya dengan tujuan membuka pemukiman dan membuka lahan pertanian. Dampak yang jelas akan ditimbulkan kurangnya oksigen serta udara yang sejuk dan nyaman. Semua akan berakhir gundah, karena longsor tanda alam yang sedang marah. Beberapa jenis hewan pun punah karena hutan sudah rusak parah.
Masalah “Kebakaran Hutan”. Manusia biasanya membuka lahan pertanian secara praktis agar tidak membuat kantong tipis. Bagaimana tidak praktis, hanya bermodalkan satu buah mancis, mereka sudah mampu membuka lahan beratus-ratus hektar dengan gratis. Padahal mereka tahu akibat yang akan ditimbulkan amatlah tragis yaitu bencana kebakaran dan asap yang membuat banyak orang menangis. Masalah ini bukan lagi masalah nasional, tetapi sudah menjadi masalah internasional. Asapnya kemana-mana bagaikan sinyal dengan julukan Indonesia negara musim asap yang terkenal.
Masalah “Sungai Segalanya. Maksud dari sungai segalanya dapat diartikan, di mana masyarakat yang berada di daerah sungai menjadikan sungai sumber kehidupan dan penghidupan. Sungai menjadi sarana transportasi namun dikotori dengan membuang sampah setiap pagi. Sungai tempat mencari ikan namun juga tempat mandi dan buang air di jamban. Sungai akan gelisah karena dangkal dengan tumpukan sampah dan kotoran yang tersisa akan menjadi wabah.
Masalah Penambangan Liar. Indonesia merupakan negara dengan sumber daya alam yang berlimpah, dari gunung sampai lembah. Negara kaya yang menjadi incaran berbagai negara karena sumber daya alamnya alasan utama dan kita pun dijajah berabad-abad lamanya. Keadaan sekarang bagai sebuah pertunjukan wayang dan negara asing sebagai dalang, lagu mesin pemotong mulai ditembang dengan skenario pohon ditebang agar isi bumi bisa ditambang, pertunjukanpun berakhir dan bencana pun mengalir menjadi banjir yang membuat semua lari kocar kacir. Jangan salahkan takdir, salahkan mereka yang tidak berpikir kerusakan alam yang akan mampir.
Masalah Kerusakan Ekosistem Laut. Lautan luasnya melebihi daratan, negara maritim sebagai sebutan. Terumbu karang yang indah memanjakan mata, sebagai sarang ikan yang kini mulai langka. Terusik tangan usil yang seakan tak peduli, ikan dan hayati lainnya yang harus dilindungi. Puluhan tahun lamanya kita menanti terumbu karang tumbuh kembali. Mengapa semua ini bisa terjadi? Karena penambangan dan pemukiman sekitar laut, limbah dan sampah yang hanyut serta mengambil ikan dengan cara bom maut.
Masalah “No Go Green. Polusi asap pabrik dan mobil yang makin pekat, peralatan elektronik yang makin hebat, pupuk dan pestisida yang semakin kuat, memicu pencemaran yang terus meningkat. Semua memang sudah jadi zamannya. Tinggal kita yang menyikapinya menggunakan sesuatu seperlunya agar kerusakan tidak meraja rela di mana-mana.
Sekarang bagaimana menerapkan peduli lingkungan pada siswa. Mari kita coba dengan langkah-langkah yang nyata dari sekolah kita, meski dengan hal-hal yang sederhana tapi akan sangat berguna nantinya bagi anak bangsa. Generasi penerus bangsa Indonesia tercinta.
Jelajah alam, buatlah agenda sekolah setiap tahun dengan kegiatan yang menarik hati siswa. Ajak mereka ke alam terbuka, belajar sambil melihat lingkungan sekitar. Misalnya ke pantai, gunung, sungai, kebun, taman atau hutan kota. Kenalkan pada mereka apa saja fungsi alam bagi kita sebagai manusia dan ajarkan bagaimana kita merawat dan menjaganya agar alam juga melindungi kita semua. Yang tidak kalah pentingnya sampaikan kepada mereka apa saja akibat apabila mereka mencemari dan merusaknya.
Pilah sampah, program ini sebaiknya dimiliki oleh setiap sekolah karena sebenarnya sampah dapat didaur ulang dan dapat menghasilkan uang. Sekolah cukup menyediakan fasilitasnya, mininal bak sampah dua warna, yaitu hijau dan jingga, ditata manis disetiap kelas dan ruang lainnya. Bak sampah hijau untuk sampah organik dan yang berwarna jingga untuk sampah non organik. Pihak sekolah harus mensosialisakan karena ini merupakan bagian dari pendidikan cinta lingkungan. Siswa yang sudah bisa membedakan pasti saja akan segan bila membuang sampah asal-asalan. Mari kita mulai menerapkan agar tercipta sebuah lingkungan yang indah dan menawan, serta dapat dimanfaatkan sisa-sisa pembuangan untuk menjadi barang-barang yang menguntungkan. Sampah organik untuk pupuk buatan dan non organik untuk kerajinan tangan.
Go Green, kegiatan ini di programkan dimana-mana, termasuk sekolah-sekolah di Indonesia, karena memang lingkungan sekolah yang hijau, rindang, asri dan nyaman adalah dambaan setiap insan. Marilah bersama kita ajarkan sejak dini di sekolah menanam pohon untuk kehidupan bukan untuk ditebang sembarangan. Kecil menanam besar memanen mari kita jadikan semboyan. Gerakan satu milyar pohon mari bersama kita wujudkan. Penerapan Go green lainnya di sekolah yang bisa dilakukan adalah setiap tahun ajaran baru para siswa diwajibkan membawa pohon dan bunga untuk di sumbangkan. Ditanam dalam kegiatan pelestarian lingkungan yang wajib diadakan sekolah sebagai event tahunan. Go green berikutnya yang juga bisa diterapkan dan cukup satu minggu sekali dilaksanakan adalah jalan kaki, bersepeda, dan naik angkutan ke sekolah. Meski tidak setiap hari dilakukan paling tidak mengurangi pencemaran.
Hemat Energi, program hemat energi ini untuk di sekolah cukup memasang banner agar menjadi himbauan bagi siswa sebagai pedoman mereka. Sekolah dapat praktik langsung contoh hemat energi yang bisa diterapkan setiap harinya, yaitu mematikan lampu disiang hari karena sudah terganti dengan cahaya matahari, perlu juga diajarkan mematikan keran setelah mereka mencuci tangan dan guru menggunakan kertas bekas untuk ulangan harian. Kebiasaan-kebiasaan itu perlu diajarkan agar mereka bisa mempraktikannya di dalam kehidupan. Hemat energi akan menjadi mudah dilakukan karena sudah menjadi sebuah kebiasaan.
Oleh: Milasari
Setiap tanggal 5 Juni diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Tahun ini bertemakan Connect With Nature atau terhubung dengan alam. Mengapa terhubung dengan alam? Karena jelas terlihat bumi kita mulai suram dengan bencana yang mendatangkan masa kelam sehingga perlu perbaikan yang lebih mendalam. Masalah lingkungan sudah mendunia bukan hanya di negara Indonesia saja. Bahkan pemerintah kita telah mengeluarkan peraturan, tentang lingkungan hidup baik itu pengaturan atau pengelolaan, yakni undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 yang dapat dijadikan pedoman.
Masalah yang paling susah kita menghadapinya adalah faktor dari sumber daya manusia. Kalau sudah berhubungan dengan manusia apalagi merubah kebiasaan buruknya, bayangkan saja sulitnya bagaimana! Berikut masalah-masalah lingkungan yang diciptakan oleh manusia, terutama di negara kita tercinta Indonesia.
Masalah Buang Sampah Sembarangan. Masyarakat perkotaan maupun masyarakat yang tinggal di pedesaan, biasanya hobinya kompakan, membuang sampah sembarangan. Padahal mereka tahu kalau membuang sampah sembarangan, apalagi pada musim penghujan, banjir dan DBD akan berdatangan. Menyerang mereka tanpa ada belas kasihan.
Masalah Menebang Pohon Sembarangan. Manusia melakukannya dengan tujuan membuka pemukiman dan membuka lahan pertanian. Dampak yang jelas akan ditimbulkan kurangnya oksigen serta udara yang sejuk dan nyaman. Semua akan berakhir gundah, karena longsor tanda alam yang sedang marah. Beberapa jenis hewan pun punah karena hutan sudah rusak parah.
Masalah “Kebakaran Hutan”. Manusia biasanya membuka lahan pertanian secara praktis agar tidak membuat kantong tipis. Bagaimana tidak praktis, hanya bermodalkan satu buah mancis, mereka sudah mampu membuka lahan beratus-ratus hektar dengan gratis. Padahal mereka tahu akibat yang akan ditimbulkan amatlah tragis yaitu bencana kebakaran dan asap yang membuat banyak orang menangis. Masalah ini bukan lagi masalah nasional, tetapi sudah menjadi masalah internasional. Asapnya kemana-mana bagaikan sinyal dengan julukan Indonesia negara musim asap yang terkenal.
Masalah “Sungai Segalanya. Maksud dari sungai segalanya dapat diartikan, di mana masyarakat yang berada di daerah sungai menjadikan sungai sumber kehidupan dan penghidupan. Sungai menjadi sarana transportasi namun dikotori dengan membuang sampah setiap pagi. Sungai tempat mencari ikan namun juga tempat mandi dan buang air di jamban. Sungai akan gelisah karena dangkal dengan tumpukan sampah dan kotoran yang tersisa akan menjadi wabah.
Masalah Penambangan Liar. Indonesia merupakan negara dengan sumber daya alam yang berlimpah, dari gunung sampai lembah. Negara kaya yang menjadi incaran berbagai negara karena sumber daya alamnya alasan utama dan kita pun dijajah berabad-abad lamanya. Keadaan sekarang bagai sebuah pertunjukan wayang dan negara asing sebagai dalang, lagu mesin pemotong mulai ditembang dengan skenario pohon ditebang agar isi bumi bisa ditambang, pertunjukanpun berakhir dan bencana pun mengalir menjadi banjir yang membuat semua lari kocar kacir. Jangan salahkan takdir, salahkan mereka yang tidak berpikir kerusakan alam yang akan mampir.
Masalah Kerusakan Ekosistem Laut. Lautan luasnya melebihi daratan, negara maritim sebagai sebutan. Terumbu karang yang indah memanjakan mata, sebagai sarang ikan yang kini mulai langka. Terusik tangan usil yang seakan tak peduli, ikan dan hayati lainnya yang harus dilindungi. Puluhan tahun lamanya kita menanti terumbu karang tumbuh kembali. Mengapa semua ini bisa terjadi? Karena penambangan dan pemukiman sekitar laut, limbah dan sampah yang hanyut serta mengambil ikan dengan cara bom maut.
Masalah “No Go Green. Polusi asap pabrik dan mobil yang makin pekat, peralatan elektronik yang makin hebat, pupuk dan pestisida yang semakin kuat, memicu pencemaran yang terus meningkat. Semua memang sudah jadi zamannya. Tinggal kita yang menyikapinya menggunakan sesuatu seperlunya agar kerusakan tidak meraja rela di mana-mana.
Sekarang bagaimana menerapkan peduli lingkungan pada siswa. Mari kita coba dengan langkah-langkah yang nyata dari sekolah kita, meski dengan hal-hal yang sederhana tapi akan sangat berguna nantinya bagi anak bangsa. Generasi penerus bangsa Indonesia tercinta.
Jelajah alam, buatlah agenda sekolah setiap tahun dengan kegiatan yang menarik hati siswa. Ajak mereka ke alam terbuka, belajar sambil melihat lingkungan sekitar. Misalnya ke pantai, gunung, sungai, kebun, taman atau hutan kota. Kenalkan pada mereka apa saja fungsi alam bagi kita sebagai manusia dan ajarkan bagaimana kita merawat dan menjaganya agar alam juga melindungi kita semua. Yang tidak kalah pentingnya sampaikan kepada mereka apa saja akibat apabila mereka mencemari dan merusaknya.
Pilah sampah, program ini sebaiknya dimiliki oleh setiap sekolah karena sebenarnya sampah dapat didaur ulang dan dapat menghasilkan uang. Sekolah cukup menyediakan fasilitasnya, mininal bak sampah dua warna, yaitu hijau dan jingga, ditata manis disetiap kelas dan ruang lainnya. Bak sampah hijau untuk sampah organik dan yang berwarna jingga untuk sampah non organik. Pihak sekolah harus mensosialisakan karena ini merupakan bagian dari pendidikan cinta lingkungan. Siswa yang sudah bisa membedakan pasti saja akan segan bila membuang sampah asal-asalan. Mari kita mulai menerapkan agar tercipta sebuah lingkungan yang indah dan menawan, serta dapat dimanfaatkan sisa-sisa pembuangan untuk menjadi barang-barang yang menguntungkan. Sampah organik untuk pupuk buatan dan non organik untuk kerajinan tangan.
Go Green, kegiatan ini di programkan dimana-mana, termasuk sekolah-sekolah di Indonesia, karena memang lingkungan sekolah yang hijau, rindang, asri dan nyaman adalah dambaan setiap insan. Marilah bersama kita ajarkan sejak dini di sekolah menanam pohon untuk kehidupan bukan untuk ditebang sembarangan. Kecil menanam besar memanen mari kita jadikan semboyan. Gerakan satu milyar pohon mari bersama kita wujudkan. Penerapan Go green lainnya di sekolah yang bisa dilakukan adalah setiap tahun ajaran baru para siswa diwajibkan membawa pohon dan bunga untuk di sumbangkan. Ditanam dalam kegiatan pelestarian lingkungan yang wajib diadakan sekolah sebagai event tahunan. Go green berikutnya yang juga bisa diterapkan dan cukup satu minggu sekali dilaksanakan adalah jalan kaki, bersepeda, dan naik angkutan ke sekolah. Meski tidak setiap hari dilakukan paling tidak mengurangi pencemaran.
Hemat Energi, program hemat energi ini untuk di sekolah cukup memasang banner agar menjadi himbauan bagi siswa sebagai pedoman mereka. Sekolah dapat praktik langsung contoh hemat energi yang bisa diterapkan setiap harinya, yaitu mematikan lampu disiang hari karena sudah terganti dengan cahaya matahari, perlu juga diajarkan mematikan keran setelah mereka mencuci tangan dan guru menggunakan kertas bekas untuk ulangan harian. Kebiasaan-kebiasaan itu perlu diajarkan agar mereka bisa mempraktikannya di dalam kehidupan. Hemat energi akan menjadi mudah dilakukan karena sudah menjadi sebuah kebiasaan.
Komentar
Posting Komentar